Khamis, 07/03/2013
Polis Sabah menahan 2 orang (Reuters)
Sabah,- Detail mengerikan muncul seputar kematian beberapa polis Malaysia dalam bentrokan dengan kelompok bersenjata Filipina di Sabah, Malaysia. Para polis itu dimutilasi, bahkan salah satunya dipenggal oleh para pengikut Sultan Sulu asal Filipina. Namun otoriti Malaysia hanya merilis detail minim mengenai insiden tersebut.
Mutilasi itu terjadi di sebuah desa dekat kota Semporna, Sabah pada 2 Mac lalu. Atau tiga hari sebelum tentera Malaysia melancarkan serangan udara dan darat terhadap kelompok bersenjata, yang bersembunyi di kawasan perkebunan kelapa sawit, sekitar 150 kilometer dari kota Lahad Datu.
Dalam insiden di Semporna itu, enam polis Malaysia maut secara mengenaskan. Kematian mereka mengguncang otoriti Malaysia dan menjadi pemicu bagi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk mengerahkan 7 batalion tentera ke Sabah guna mengalahkan para militan.
Demikian diungkapkan sumber-sumber seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Khamis (7/3/2013).
Dalam insiden Semporna, sekelompok polis Malaysia yang berjumlah 19 orang diserang para militan ketika mereka berpatrol di desa Simunul, sekitar dua kilometer dari Semporna. Menurut media tempatan, Borneo Insider, beberapa polis yang bertinjauan ditangkap, kemudian disiksa dan tubuh mereka dimutilasi. Bahkan salah satunya dipenggal.
"Ini bertentangan dengan agama kami untuk memenggal seseorang. Itu mengerikan, sangat kejam," cetus Azmi, seorang nelayan yang tinggal dekat desa Simunul.
Lebih dari 200 orang pengikut Sultan Sulu tiba di Sabah dengan menaiki kapal sekitar tiga minggu lalu. Mereka mengklaim sebagai pemilik sah wilayah Sabah. Hingga saat ini mereka masih berada di wilayah tersebut dan operasi pengejaran pun terus dilakukan pihak berkuasa Malaysia untuk menangkap mereka. detikNews
Mutilasi itu terjadi di sebuah desa dekat kota Semporna, Sabah pada 2 Mac lalu. Atau tiga hari sebelum tentera Malaysia melancarkan serangan udara dan darat terhadap kelompok bersenjata, yang bersembunyi di kawasan perkebunan kelapa sawit, sekitar 150 kilometer dari kota Lahad Datu.
Dalam insiden di Semporna itu, enam polis Malaysia maut secara mengenaskan. Kematian mereka mengguncang otoriti Malaysia dan menjadi pemicu bagi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak untuk mengerahkan 7 batalion tentera ke Sabah guna mengalahkan para militan.
Demikian diungkapkan sumber-sumber seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Khamis (7/3/2013).
Dalam insiden Semporna, sekelompok polis Malaysia yang berjumlah 19 orang diserang para militan ketika mereka berpatrol di desa Simunul, sekitar dua kilometer dari Semporna. Menurut media tempatan, Borneo Insider, beberapa polis yang bertinjauan ditangkap, kemudian disiksa dan tubuh mereka dimutilasi. Bahkan salah satunya dipenggal.
"Ini bertentangan dengan agama kami untuk memenggal seseorang. Itu mengerikan, sangat kejam," cetus Azmi, seorang nelayan yang tinggal dekat desa Simunul.
Lebih dari 200 orang pengikut Sultan Sulu tiba di Sabah dengan menaiki kapal sekitar tiga minggu lalu. Mereka mengklaim sebagai pemilik sah wilayah Sabah. Hingga saat ini mereka masih berada di wilayah tersebut dan operasi pengejaran pun terus dilakukan pihak berkuasa Malaysia untuk menangkap mereka. detikNews
(ita/nrl)
0 komentar:
Posting Komentar